Ada beberapa alasan mengapa kita sebaiknya memilih menstrual pad dibanding pembalut sekali pakai, antara lain:
Lebih ramah lingkungan (Go Green)
Pernahkah kita terpikir, berapa banyak sampah yang dihasilkan oleh seseorang selama kurun waktu hidupnya dari plastik pembalut sekali pakai? asumsikan seorang perempuan mengalami menstruasi pertama di usia 15 tahun, dan menopause pada usia 55 tahun, berarti selama 30 tahun ia mengalami haid, atau 360 bulan.
Apabila dikurangi dengan usia tidak menopause saat hamil dan melahirkan, asumsi total 5 tahun (60 bulan), berarti 300 bulan ia mengalami haid.
dalam satu periode haid ia mengalami 7 hari haid, satu hari ia ganti pembalut sebanyak 5 kali, maka selama 300 bulan tersebut, total pembalut sekali pakai yg ia gunakan adalah
300 x 7 x 5 = 10.500 bungkus!
artinya ada 10.500 plastik yang tidak dapat terurai oleh alam
jika di dunia ada 50% perempuan dari total penduduk bumi sebanyak 6,9 milyar orang (3,45 milyar perempuan) maka total bungkus pembalut yg dibuang adalah 36,225 trilyun sampah plastik! bumi bisa tertimbun sampah plastik jika penduduknya tak arif...jadi, mulai dari diri sendiri yuuk mengurangi pemakaian pembalut sekali pakai
Lebih nyaman dipakai
Zaman orangtua dan nenek dahulu, belum ada istilah pembalut sekali pakai, mereka menggunakan kain yg dilipat untuk menampung haid, kemudian kain tersebut dicuci selayaknya mencuci popok bayi ataupun pakaian lainnya. Pembalut sekali pakai baru mulai populer pada tahun dan atas alasan kepraktisan, sebagian besar perempuan sekarang lebih memilih menggunakan pembalut sekali pakai, jarang yang masih menggunakan kain dilipat-lipat seperti zaman dahulu.
Padahal, kain lebih nyaman di kulit dibandingkan pembalut sekali pakai yg bagian bawahnya berbahan plastik. Apalagi daerah sensitif perempuan tersebut cenderung rentan terhadap gatal dan jamur. Pernahkah anda merasa sayap pembalut sekali pakai anda cenderung menggesek daerah lipatan paha sehingga menimbulkan rasa nyeri saat berjalan? pernahkah anda merasa gatal di daerah samping paha ketika menggunakan pembalut sekali pakai? jika ya...cobalah beralih ke pembalut kain modern (menstrual pad).
Menstrual pad didasarkan pada pemahaman bahwa kain lebih nyaman digunakan untuk daerah sensitif, namun dilandasi cutting pembalut sekali pakai, sehingga tampilannya sekarang modern dan tidak tebal layaknya kain zaman dahulu, dan tentunya tidak menimbulkan pedih karena gesekan antara kulit paha dengan plastik. Selain itu, kulit masih dapat bernafas, sehingga mencegah timbulnya lembab dan jamur di sekitar daerah sensitif.
Lebih menyehatkan
pembalut sekali pakai mengandung bahan-bahan kimia dan sebagiannya mengandung pemutih, pemakaian pembalut sekali pakai (pantyliner ataupun pembalut kala haid) yang berlebihan dapat membuat iritasi dan membuat kulit tidak bisa bernafas, padahal area V adalah area sensitif bagi perempuan, sehingga harus lebih intensif dijaga kesehatannya.
Lebih ramah lingkungan (Go Green)
Pernahkah kita terpikir, berapa banyak sampah yang dihasilkan oleh seseorang selama kurun waktu hidupnya dari plastik pembalut sekali pakai? asumsikan seorang perempuan mengalami menstruasi pertama di usia 15 tahun, dan menopause pada usia 55 tahun, berarti selama 30 tahun ia mengalami haid, atau 360 bulan.
Apabila dikurangi dengan usia tidak menopause saat hamil dan melahirkan, asumsi total 5 tahun (60 bulan), berarti 300 bulan ia mengalami haid.
dalam satu periode haid ia mengalami 7 hari haid, satu hari ia ganti pembalut sebanyak 5 kali, maka selama 300 bulan tersebut, total pembalut sekali pakai yg ia gunakan adalah
300 x 7 x 5 = 10.500 bungkus!
artinya ada 10.500 plastik yang tidak dapat terurai oleh alam
jika di dunia ada 50% perempuan dari total penduduk bumi sebanyak 6,9 milyar orang (3,45 milyar perempuan) maka total bungkus pembalut yg dibuang adalah 36,225 trilyun sampah plastik! bumi bisa tertimbun sampah plastik jika penduduknya tak arif...jadi, mulai dari diri sendiri yuuk mengurangi pemakaian pembalut sekali pakai
Lebih nyaman dipakai
Zaman orangtua dan nenek dahulu, belum ada istilah pembalut sekali pakai, mereka menggunakan kain yg dilipat untuk menampung haid, kemudian kain tersebut dicuci selayaknya mencuci popok bayi ataupun pakaian lainnya. Pembalut sekali pakai baru mulai populer pada tahun dan atas alasan kepraktisan, sebagian besar perempuan sekarang lebih memilih menggunakan pembalut sekali pakai, jarang yang masih menggunakan kain dilipat-lipat seperti zaman dahulu.
Padahal, kain lebih nyaman di kulit dibandingkan pembalut sekali pakai yg bagian bawahnya berbahan plastik. Apalagi daerah sensitif perempuan tersebut cenderung rentan terhadap gatal dan jamur. Pernahkah anda merasa sayap pembalut sekali pakai anda cenderung menggesek daerah lipatan paha sehingga menimbulkan rasa nyeri saat berjalan? pernahkah anda merasa gatal di daerah samping paha ketika menggunakan pembalut sekali pakai? jika ya...cobalah beralih ke pembalut kain modern (menstrual pad).
Menstrual pad didasarkan pada pemahaman bahwa kain lebih nyaman digunakan untuk daerah sensitif, namun dilandasi cutting pembalut sekali pakai, sehingga tampilannya sekarang modern dan tidak tebal layaknya kain zaman dahulu, dan tentunya tidak menimbulkan pedih karena gesekan antara kulit paha dengan plastik. Selain itu, kulit masih dapat bernafas, sehingga mencegah timbulnya lembab dan jamur di sekitar daerah sensitif.
Lebih menyehatkan
pembalut sekali pakai mengandung bahan-bahan kimia dan sebagiannya mengandung pemutih, pemakaian pembalut sekali pakai (pantyliner ataupun pembalut kala haid) yang berlebihan dapat membuat iritasi dan membuat kulit tidak bisa bernafas, padahal area V adalah area sensitif bagi perempuan, sehingga harus lebih intensif dijaga kesehatannya.